Daftar AduanCategory: PARIWISATA & BUDAYAPermohonan Dialog dengan Bupati Klaten
Eksan Hartanto asked 3 weeks ago

2
BAB I – PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Pertanian Desa Delanggu mengalami penurunan regenerasi petani. Menurut data
tahun 2015 dari kurang lebih 1.500 KK di Desa Delanggu, yang menggeluti profesi
petani hanya 60 KK. Dari 60 KK mayoritas usianya berada di atas 40 tahun.
Regenerasi petani menurun karena profesi petani tidak atau belum menyejahterakan
para petani dari sisi ekonomi dan sosial.
Keberadaan kelompok tani di Desa Delanggu saat ini sedang mengalami kevakuman,
sehingga para petani yang tersebar di beberapa wilayah tidak terorganisir. Hal ini,
salah satunya, berdampak pada sistem irigasi dan musim tanam yang tidak teratur.
Sebabnya, tidak ada peran aktif masyarakat dalam mengawal kebijakan pertanian
Pemerintah Desa.
Para petani di Desa Delanggu juga tidak cukup merasakan manfaat dari profesi yang
mereka geluti, antara lain petani tidak punya nilai tawar dalam menentukan harga
jual hasil panen, peningkatan produksi panen tidak berbanding lurus dengan
peningkatan pendapatan petani, ada perubahan nilai dalam budaya pertanian: dari
gotong royong menjadi transaksional sehingga merenggangkan hubungan sosial para
petani.
Pembinaan SDM pertanian yang dilakukan Pemerintah Desa kurang efektif karena
materi-materi dan solusi yang diberikan dalam forum-forum pelatihan tidak sesuai
dengan keadaan di lapangan, bersifat top-down dan normatif. Keberadaan kelompok
tani juga tidak dimanfaatkan oleh Pemerintah untuk dilibatkan dalam penyelesaian
persoalan-persoalan pertanian. Kelompok tani di Desa Delanggu paling tidak sudah 5
tahun ini vakum.
Untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut, Sanggar Rojolele berupaya untuk
menghidupkan kembali kelompok-kelompok tani yang tengah vakum, bekerja sama
dengan Pemerintah Desa Delanggu. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan
membuat sebuah kegiatan yang melibatkan secara aktif masyarakat Desa Delanggu,
khususnya para petani, dalam persiapan hingga pelaksanaannya. Kegiatan tersebut
berupa perayaan budaya tani yang diberi nama Festival Mbok Sri Mulih. Tahun ini
adalah tahun ketiga festival ini diselenggarakan.
3
2. TUJUAN
Tujuan diadakannya Festival Mbok Sri Mulih adalah menggaungkan kembali nilai-
nilai dasar budaya tani, yaitu keguyuban dan gotong royong, di tengah masyarakat
pertanian Desa Delanggu, sebagai stimulus untuk menghidupkan kembali kerja-kerja
bersama antarkelompok tani. Penguatan nilai guyub dan gotong royong ini tercermin
dalam program-program Festival Mbok Sri Mulih (lihat bagian Deskripsi Program).
3. HASIL YANG DIHARAPKAN
Hasil yang diharapkan dari penyelenggaraan Festival Mbok Sri Mulih sebagai sebuah
inisiatif sosial adalah sebagai berikut:
 Penguatan laku guyub dan gotong royong di antara warga Desa Delanggu.
 Penegasan dan penguatan identitas tani para petani Delanggu, sehingga dapat
menimbulkan rasa percaya diri dan bangga.
 Sarana pengembangan SDM bagi kalangan remaja dan dewasa yang didapat
melalui pembangunan program festival.
 Pendayagunaan potensi-potensi SDM yang sudah ada.
4. MEKANISME PELAKSANAAN
Dari tahun ke tahun penyelenggaraan Festival Mbok Sri Mulih, Sanggar Rojolele
selalu mengupayakan terjadinya peningkatan partisipasi aktif masyarakat Desa
Delanggu baik dalam persiapan maupun penyelenggaraan festival.
Untuk tahun ini, kepanitiaan Festival Mbok Sri Mulih melibatkan pemuda-pemudi 1
RW (sebelumnya hanya 1 RT), yaitu pemuda-pemudi Dukuh Kebonsari. Di samping
itu, seluruh persiapan mulai dari properti, instalasi, dekorasi, hingga dapur umum
melibatkan seluruh warga Kebonsari. Dukuh Kebonsari mencakup 4 RT, yaitu Kerron
(2 RT), Kaibon, dan Tegalsari.
Dari sisi logistik dan perlengkapan, panitia bekerja sama dengan beberapa tempat
persewaan alat dan sound system, percetakan, serta RT/RW setempat untuk
mendapatkan tarif rekanan atau gratis.
Festival Mbok Sri Mulih tahun ini juga mulai melebarkan jejaring untuk
pengembangan program-programnya. Beberapa kerja sama yang dijalin di
antaranya:
a. Spektakel ID
Platform pengelola informasi kegiatan seni budaya di Indonesia. Spektakel ID
membantu dalam hal komunikasi dan publikasi digital berupa pembuatan
website, materi-materi grafis, dan promosi media sosial. 4
Spektakel ID juga memberikan pendampingan dan konsultasi penyelenggaraan
festival yang berdampak bagi warga setempat.
b. Rumah Dokumenter Klaten
Workshop pembuatan film dokumenter ini bersifat berkelanjutan dan diikuti
oleh beberapa remaja desa usia SMP, SMA, dan mahasiswa. Program jangka
pendeknya adalah pembuatan video singkat mengenai Desa Delanggu yang akan
diputar di program Layar Tancep festival. Kemudian, saat festival berlangsung,
para peserta akan didampingi untuk membuat video dokumentasi festival. Lebih
lanjut lagi program ini akan menjadi medium penggalian sejarah dan potensi
desa oleh para remaja dalam bingkai audiovisual.
c. Kelana Kebun
Bersama Kelana Kebun dari Bekasi, Festival Mbok Sri Mulih tahun ini akan
belajar bagaimana mengelola sampah yang dihasilkan festival. Program ini
mengembangkan konsep Pasukan Semut yang telah hadir di edisi-edisi Festival
Mbok Sri Mulih sebelumnya. Pasukan Semut terdiri dari anak-anak usia SD di
desa kami. Tahun ini, Pasukan Semut tidak hanya akan memungut sampah-
sampah di area festival, namun juga belajar cara memilahnya, serta mempelajari
permasalahan persampahan desa dari hulu ke hilir. Rencananya juga sampah
festival yang telah terpilah akan disetorkan ke Bank Sampah Desa Delanggu.
5. DESKRIPSI PROGRAM
Berikut ini adalah program-program acara yang telah kami rancang bersama warga:
a. Kirab Budaya & Wiwitan
Kirab Budaya Mbok Sri dilakukan Petani dan warga masyarakat Delanggu
sebelum Upacara Wiwitan di petak sawah terpilih. Dimulai pagi hari pada pukul
7 kirab berangkat dari panggung utama festival menuju ke lokasi Wiwitan dan
berakhir di sentong salah satu rumah warga, tempat penyimpanan
(penyemayaman) Mbok Sri. Selepas kirab adalah sego wiwit akan dibagikan
kepada para peserta kirab.
Kirab dan Wiwitan ini keseluruhan propertinya (gunungan, ogoh-ogoh,
uborampe Wiwitan, Sego Wiwit) disiapkan oleh warga Kebonsari dan beberapa
desa di sekitar Desa Delanggu; dan diikuti selain oleh warga, tokoh tani dan
agama setempat, serta Pemerintah Desa Delanggu.
b. Pasar Desa
Pasar Desa menghadirkan berbagai macam produk yang dihasilkan oleh
masyarakat Desa Delanggu. Warga diajak untuk memamerkan hasil kerjanya.
Produk-produk yang dapat dijual di Pasar Desa adalah kuliner tradisional,
perkakas, merchandise dan aksesoris, hasil kerajinan tangan lainnya, serta hasil
ladang.
5
c. Dapur Simbok
Program kuliner dengan nama Dapur Simbok ini mengundang publik untuk
mencicipi masakan tradisional Delanggu, langsung di pawon tuan rumah.
Masakan dimasak langsung oleh simbok (ibu-ibu) bersama para peserta
program, kemudian dicicipi bersama-sama. Program ini dirancang informatif
(bercerita) dan interaktif.
d. Jagongan Tani
Program Jagongan Tani menghadirkan pokok bahasan yang relevan dengan
persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat petani di Delanggu. Salah
satu pokok bahasanya adalah koperasi. Jagongan Tani akan diikuti oleh
kelompok-kelompok tani Desa Delanggu
e. Layar Tancep
Pemutaran film layar tancap di lapangan terbuka ini menghadirkan film-film
pendek pilihan serta 1 film panjang dengan tema yang relevan. Program ini
bekerja sama dengan Spektakel ID dan Komunitas Sangkanparan Cilacap.
Di program Layar Tancep ini juga akan diputar video pendek tentang Desa
Delanggu yang dibuat oleh para peserta workshop film dokumenter yang
dikerjakan bersama Rumah Dokumenter Klaten.
f. Lomba Kelompencapir
Lomba cerdas cermat ini melibatkan kelompok-kelompok tani dan warga umum.
Program ini ringan dan menyenangkan, serta melibatkan masyarakat secara
aktif.
g. Lomba Memedi Sawah
Lomba seni instalasi orang-orangan sawah ini mengundang komunitas seni
instalasi di Klaten, kelompok-kelompok tani, karang taruna, pelajar/mahasiswa,
warga umum. Memedi Sawah yang dilombakan akan dipamerkan di sekitar area
utama festival, serta ikut diarak dalam Kirab Budaya.
h. Live-in di Rumah Warga dan Tur Sejarah Jelajah Delanggu
Jelajah Delanggu adalah program tur sejarah yang akan diorganisir dan
dibawakan oleh pemuda Desa Delanggu. Delanggu adalah sebuah kawasan sarat
sejarah semenjak era Kasunanan Surakarta, zaman kolonial hingga
pascakemerdekaan; bangunan-bangunan peninggalan sejarahnya pun tidak
sedikit. Program tur sejarah ini memberikan tantangan tersendiri bagi pemuda
Desa Delanggu untuk menggali sejarah desanya dan mampu menceritakannya
kepada publik.
Program Jelajah Delanggu dikonsep satu paket dengan program live-in atau
menginap di rumah warga selama festival berlangsung. Program live-in ini
ditujukan bagi pengunjung dari luar kota yang berminat mengikuti persiapan dan
pelaksanaan festival bersama warga.
6
i. Seni Pertunjukan
Panggung Seni Pertunjukan diramaikan tidak hanya oleh para pelaku seni Desa
Delanggu, namun juga oleh anggota komunitas budaya Gora Swara Nusantara
yang tersebar di antero Klaten. Beberapa program seni pertunjukan Festival
Mbok Sri Mulih 2019 di antaranya:
 Sendratari yang akan dibawakan oleh anak-anak Sanggar Rojolele.
 Pertunjukan Ketoprak yang akan ditampilkan oleh warga Dukuh
Kebonsari (lokasi festival).
 Karawitan oleh anak-anak dan dewasa anggota Sanggar Sayuk Rukun,
Desa Tibayan, Klaten.
 Pertunjukan Janthur atau dongeng yang dibawakan oleh kelompok
Karawitan Kandang Udan, Desa Bandungan, Klaten.
7
BAB II – PELAKSANAAN
1. JADWAL
Festival Mbok Sri Mulih 2019 telah dilaksanakan pada
Tanggal : 20-22 September 2019
Lokasi : Kaibon, Kebonsari, Desa Delanggu, Kec. Delanggu, Klaten
Program acara sebagai berikut :
8
2. DESKRIPSI KEGIATAN
Beberapa highlight kegiatan:
a. Malam Midodareni
(Ngaji Sinau Budaya bersama GP Ansor Delanggu)
Malam pengajian sekaligus gong pembukaan Festival Mbok Sri Mulih 2019
dilaksanakan bekerja sama dengan GP Ansor Delanggu. Acara ini berjalan
semarak dan dihadiri oleh ratusan warga, tidak hanya dari Kebonsari namun
juga dari desa-desa di sekitar Desa Delanggu. Estimasi pengunjung mencapai
500 orang.
b. Jagongan Tani
Pembicara: Suroto PH (aktivis dan pegiat koperasi)
Jagongan Tani ini bertema koperasi dan membahas bagaimana koperasi bisa
menjadi solusi untuk masalah-masalah yang dihadapi para petani penggarap.
Diskusi berjalan selama 2 jam ditemani pendamping pembicara dari kalangan
aktivis tani lokal juga Kepala Desa Delanggu. Program ini dihadiri oleh 50
orang dari berbagai kelompok tani (Kaibon, Kerron, Ngebong, Kranggan,
Keeron); tidak hanya petani, di antara para peserta juga terdapat kelompok
ibu-ibu PKK.
c. Dapur Simbok
Program Dapur Simbok sepenuhnya diampu oleh ibu-ibu PKK Kaibon serta
Paguyuban Lumpia Dhuleg Mugi Langgeng dari Desa Gatak. Dapur Simbok
dibagi menjadi 3 sesi: Lumpia Dhuleg, Jenang Lemu, dan Sego Wiwit, dan
bertempat di dua pawon rumah warga. Peserta dari masing-masing sesi
mencapai 15 orang yang berasal dari luar wilayah Kebonsari.
Tiap sesinya dibawakan oleh beberapa tukang masak dan seorang pembawa
acara, seluruhnya ibu-ibu. Mereka bercerita tentang asal-usul makanan
tradisi tersebut, kapan dihidangkan, dan menjelaskan cara memasaknya,
sambil para peserta diajak untuk mempraktikkannya.
d. Lomba Kelompencapir
Lomba Kelompencapir ini diikuti oleh 16 grup yang terdiri dari warga
Kebonsari. Dukuh Kebonsari terdiri dari 4 RT, masing-masing RT mengirimkan
4 grup perwakilannya. Acara cerdas-cermat yang ringan dan menyenangkan
ini berjalan seru dan meriah, serta ditonton oleh warga.
9
e. Layar Tancep
Bekerja sama dengan Komunitas Sangkanparan Cilacap
Program Layar Tancep menghadirkan 2 film pendek dokumenter karya
pelajar binaan Komunitas Sangkanparan Cilacap, 2 film pendek dokumenter
karya pemuda Delanggu, serta 1 film bioskop berjudul “Petualangan
Menangkap Petir” dari rumah produksi Fourcolours, Yogyakarta.
Dua film pendek dokumenter karya pemuda-pemuda Delanggu ini dibuat
dengan pendampingan dari Rumah Dokumenter Klaten. Film-film tersebut
mengangkat cerita lokal Delanggu tentang tokoh dan persoalan lingkungan,
bertajuk “Lik Gun, The Untold Story” dan “Memedi Sampah”.
Pemutaran Layar Tancep ini disambut gembira oleh warga dengan estimasi
jumlah penonton sebanyak 300 orang.
f. Kirab dan Upacara Wiwitan
Kirab dan Upacara Wiwitan bisa dibilang adalah acara puncak Festival Mbok
Sri Mulih, terbukti program ini adalah program yang paling meriah dan paling
banyak melibatkan warga.
Seluruh warga Dukuh Kebonsari menyambut antusias. Sejak pagi sekali
mereka sudah berdandan, mengekspresikan dirinya masing-masing.
Setidaknya ada 3 gunungan yang mereka persiapkan: 2 gunungan padi dan 1
gunungan palawija, serta 1 ogoh-ogoh sapi. Beberapa sesepuh desa sudah
bersiap untuk memimpin upacara Wiwitan dengan uborampe yang
sebelumnya sudah disiapkan di dapur umum oleh ibu-ibu PKK Kaibon.
Kirab dan Upacara Wiwitan juga diikuti oleh warga desa tetangga, yaitu Desa
Gatak dan Desa Sabrang, masing-masing membawa ogoh-ogoh besarnya
sendiri serta puluhan peserta: para penari yang meningkahi goyangan ogoh-
ogoh. Selain itu, belasan memedi sawah yang dilombakan juga mengikuti
kirab.
Selepas kirab, kelompok ogoh-ogoh dari Desa Gatak dan Desa Sabrang unjuk
gigi di area utama festival. Tarian mereka mengundang banyak perhatian baik
warga penonton maupun media.
Setelah pertunjukan mereda, ibu-ibu dari dapur umum mengeluarkan sego
wiwit yang dibagikan kepada para peserta kirab dan wiwitan.
Jumlah peserta Kirab dan Wiwitan serta pengunjung diperirakan mencapai
700an orang.
10
g. Lomba Memedi Sawah
Lomba Memedi Sawah diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari Dukuh
Kebonsari dan desa-desa lain di sekitar Desa Delanggu. Selain untuk
memancing kreativitas warga, lomba ini diselenggarakan untuk
menghidupkan kembali budaya membuat orang-orangan sawah yang kini
sudah lama ditinggalkan.
Kriteria penilaian meliputi kreativitas peserta dan keunikan bentuk karya,
pemanfaatan bahan bekas, serta kesetiaan pada fungsi memedi sawah.
Lomba ini menghasilkan 3 pemenang dan 3 karya favorit juri.
h. Pertunjukan Ketoprak Humor
Penampil: Grup Ketoprak Sri Kuncoro Budoyo
Grup ketoprak Sri Kuncoro Budoyo dibentuk spontan oleh warga Kebonsari
dalam rangka menyambut Festival Mbok Sri Mulih. Antusiasme warga yang
ingin ikut serta dalam pertunjukan ketoprak ini cukup besar, yaitu melibatkan
30 pemain dan kru. Para anggotanya berprofesi beragam, mulai dari seniman,
petani, peternak bebek dan kambing, guru, hingga ibu rumah tangga.
Untuk menjawab antusiasme mereka, Panitia Festival Mbok Sri Mulih
menempatkan pertunjukan mereka sebagai pertunjukan spesial penutup
festival. Lakon yang mereka bawakan adalah Roro Jonggrang, ditulis dan
disutradarai oleh seniman teater lokal. Persiapan properti pertunjukan mulai
dari kostum hingga dekor dibuat sendiri selama 2 bulan. Mereka berlatih
seminggu sekali di malam atau siang hari.
Pertunjukan ini adalah acara yang paling ditunggu warga selain kirab dan
upacara wiwitan. Sebabnya, beberapa rajin menonton latihan mereka di
teras rumah sang sutradara dan beberapa lainnya sudah menanti untuk
menonton tetangga atau kerabat mereka bermain ketoprak humor di atas
panggung.
Meski digelar larut malam, para penonton setia menikmati pertunjukan
hingga selesai. Mulai dari anak-anak, remaja hingga lansia, semua bisa
menanggapi humor yang dilemparkan para pelakon. Jumlah penonton
diperkirakan mencapai 300 orang.
Pertunjukan ini digarap serius dan mendapatkan dukungan penuh dari
pendanaan Festival Mbok Sri Mulih 2019.
11
Beberapa kegiatan yang tidak berjalan atau berjalan namun kurang berhasil:
a. Pasar Desa
Pasar Desa diikuti oleh 7 pengisi stan dengan produk yang beragam: gamelan,
mebel, semangka, gerabah, live printing kaos, merchandise, hingga rambak
kulit. Dibandingkan dengan stan kuliner tradisional, stan-stan Pasar Desa
kurang dilirik pengunjung. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh ragam
produk yang kurang dicari, harganya yang relatif mahal untuk kebanyakan
pengunjung festival, dan lokasi yang di luar area panggung utama, serta
terlalu dekat dengan lapak-lapak pedagang liar.
b. Live-in di Rumah Warga dan Tur Sejarah Jelajah Delanggu
Program ini diluncurkan sebagai uji coba untuk mengetahui animo
masyarakat luar kota Klaten atas Festival Mbok Sri Mulih. Program ini tidak
berjalan di tahun pertamanya ini karena tidak ada peminat.
3. REKANAN DAN PENGISI ACARA
Festival Mbok Sri Mulih 2019 melibatkan sejumlah rekanan dan pengisi acara, yaitu
sbb.:
Rekanan:
a. Spektakel.ID
b. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI
c. Pemerintah Kabupaten Klaten
d. Pemerintah Desa Delanggu
e. Pemerintah Desa Gatak
f. Pemerintah Kecamatan Delanggu
g. Karang Taruna Kebonsari
h. Amigo Grup
i. Persewaan Alat Pesta Gazza
j. GP Ansor – PAC Delanggu
k. Banser PAC Delanggu
l. Rumah Dokumenter Klaten
m. Kelana Kebun Bekasi
n. Wabah Sp Delanggu
o. Btari Gendhis Delanggu
p. TPS Sido Bersinar Delanggu
q. Komunitas Delanggu Dokumenteris
r. Perupa Budiyono Kampret Jakarta
Rekanan Media:
a. Komunikan.id
b. Klaten Event
c. Radar Jogja
d. Kabar Klaten
12
Pengisi Acara:
a. Sanggar Rojolele
b. Komunitas Sangkanparan Cilacap
c. Suroto Ph
d. Paguyuban Semoyo Endo Gatak
e. Sanggar Sayuk Rukun Jatinom
f. Sanggar Panji Udan Jatinom
g. Paguyuban Lumpia Duleg Mugi Langgeng Delanggu
h. Ketoprak Sri Kuncoro Budoyo Kebonsari Delanggu
i. Mekar Sari Barepan Cawas
j. Sanggar Kebangsaan Trucuk
k. Kelompok Tani Ngudi Makmur
l. Kelompok Tani Organik Wong Delanggu
m. Sanggar Tari Sekar Langit Klaten
n. Paduan Suara OMK Santo Joannes Rasul Delanggu
o. Gedrug Merapi Sidorejo Kemalang
p. Keroncong Gotang Gatak Delanggu
q. Gora Swara Nusantara Klaten
r. In de Byurr Solo
s. Sanggar Larasati Burikan Cawas
t. Ganjur Hindu Jogonalan
u. Gambyong Kembang Setaman
Peserta Lomba Memedi Sawah:
a. Sehman Family
b. Sunduk Protelon
c. Anker
d. Manusia Pocong
e. Trio Lewe
f. Putra Saren
g. Takjup
h. Tim 3 Arjuna
i. The Rabel A
j. The Rabel B
k. The Rabel C
l. Semut Ireng
m. Dadi Maju
n. WB
o. Perbatasan
Peserta Pasar Desa:
a. Gerabah PKK Desa Karang
b. Mebel Bagaskara
c. Live printing Wabah Sp
d. Merchandise Pijak Desa
e. Gamelan
f. Semangka Lik Yuli
13
g. Rambak Kulit
Pengisi Stan Kuliner Tradisional:
a. Sate Kere Mbah Salami
b. Wedang Ronde Ari
c. Serabi Bu Ratmi
d. Angkringan Pak Eko
e. Lumpia Dhuleg Gatak
f. Jajanan Pasar
4. KENDALA DAN SOLUSI
Ada beberapa kendala yang dijumpai saat pelaksanaan Festival Mbok Sri Mulih, yaitu
koordinasi antarpanitia dan pendanaan festival.
Di tahun-tahun sebelumnya, kepanitiaan Festival Mbok Sri Mulih hanya melibatkan
pemuda-pemudi dari Dusun Kaibon, dusun tempat Sanggar Rojolele berlokasi.
Sementara tahun ini, kepanitiaan yang melibatkan pemuda 1 RW (Dukuh Kebonsari)
adalah untuk pertama kalinya, sehingga tantangan yang muncul adalah bagaimana
membuat mereka dapat bekerja sama untuk mewujudkan sebuah proyek besar. Dari
hasil observasi kami, kendala-kendala yang ditemukan di lapangan lebih disebabkan
karena belum munculnya rasa kepemilikan atas Festival Mbok Sri Mulih di banyak
kawan-kawan panitia, terutama kawan-kawan dari luar Dusun Kaibon.
Penyelenggaraan tahun ini yang melibatkan pemuda 1 RW adalah sekaligus sebuah
eksperimen yang bisa dievaluasi bersama. Ke depannya, Sanggar Rojolele harus
mampu menciptakan manfaat langsung bagi mereka yang terlibat dalam kepanitiaan
festival ini, sehingga rasa memiliki tumbuh dalam diri mereka.
Dari sisi finansial, sesungguhnya Festival Mbok Sri Mulih tahun ini banyak terbantu
dengan dana hadiah program Kemah Budaya Kaum Muda yang digelar Direktorat
Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.
Partisipasi warga dalam menyumbang uang maupun barang juga tidak bisa dibilang
sedikit dalam takaran kemampuan mereka. Namun, dukungan dan partisipasi
pemerintah lokal dan daerah masih jauh dari signifikan.
14
BAB III – SARAN DAN KESIMPULAN
Secara umum, Festival Mbok Sri Mulih 2019 telah dapat berjalan dengan baik. Parameter-
parameter keberhasilannya juga sepenuhnya tercapai meski tidak sempurna atau maksimal.
Parameter keberhasilan Festival Mbok Sri Mulih sebagaimana tertulis sebelumnya (BAB I
Poin 3) adalah sbb.:
 Penguatan laku guyub dan gotong royong di antara warga Desa Delanggu.
 Penegasan dan penguatan identitas tani para petani Delanggu, sehingga dapat
menimbulkan rasa percaya diri dan bangga.
 Sarana pengembangan SDM bagi kalangan remaja dan dewasa yang didapat
melalui pembangunan program festival.
 Pendayagunaan potensi-potensi SDM yang sudah ada.
Gotong royong dan keguyuban warga telah terbukti melalui kerja-kerja bakti persiapan yang
sudah dilakukan di tiap akhir pekan sejak 1 bulan sebelum festival. Penegasan dan
penguatan identitas warga Desa Delanggu sebagai masyarakat pertanian juga dapat dilihat
dari berjalannya program-program festival yang telah dikonsep bersama-sama. Hal ini dapat
dilihat juga dari liputan-liputan media yang mengidentifikasi Festival Mbok Sri Mulih sebagai
festival budaya pertanian (lihat lampiran Liputan Media) masyarakat Desa Delanggu.
Dari sisi pengembangan SDM dan pendayaangunaan potensi SDM yang sudah ada,
beberapa program festival seperti pembuatan film dokumenter tentang Desa Delanggu –
bekerja sama dengan Rumah Dokumenter Klaten dan Komunitas Sangkanparan Cilacap –
yang diputar di program Layar Tancep jelas memberikan pengalaman belajar baru bagi para
pesertanya. Pembuatan instalasi dan dekorasi area festival, properti ketoprak dan
pertunjukannya, juga properti Kirab dan Upacara Wiwitan yang sepenuhnya diserahkan
pada kreativitas para pemuda dan warga juga memungkinkan pengekspresian jiwa seni
mereka.
Tantangan bagi Sanggar Rojolele selepas penyelenggaraan Festival Mbok Sri 2019 adalah
bagaimana menjaga modal kebersamaan yang telah terbentuk selama persiapan dan
pelaksaanaan festival ini tetap hidup melalui program-program berkelanjutan dan berjangka
panjang yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga desa yang telah terlibat.

Artikel Media Online
“Mbok Sri Mulih” Mencari Identitas Kejayaan Petani
https://www.antaranews.com/berita/881993/mbok-sri-mulih-mencari-identitas-kejayaan-petani
Festival Mbok Sri Mulih Bukan Sekadar Gebyar Budaya Tani
https://radarjogja.jawapos.com/2019/09/13/festival-mbok-sri-mulih-bukan-sekadar-gebyar-budaya-tani/
Mbok Sri Mulih: Nguri-nguri Petani
https://klatenkab.go.id/festival-mbok-sri-mulih-nguri-uri-petani/
Babinsa Delanggu Meriahkan Festival Mbok Sri Mulih
https://www.klikwarta.com/babinsa-delanggu-meriahkan-festival-mbok-sri-mulih
Festival Mbok Sri Mulih Desa Delanggu

Festival Mbok Sri Mulih Desa Delanggu


Memedi Sawah Diarak dalam Kirab budaya Mbok Sri Mulih di Klaten
https://photo.sindonews.com/newsview/33635/memedi-sawah-diarak-dalam-kirab-budaya-mbok-sri-mulih-di-klaten
Kirab Budaya Mbok Sri Mulih
https://amp.antarafoto.com/seni-budaya/v1569145510/kirab-budaya-mbok-sri-mulih
Berwisata Menyusuri Desa Penghasil Rojolele
https://sumsel.antaranews.com/nasional/berita/1045760/berwisata-menyusuri-desa-penghasil-rojo-lele?utm_source=antaranews&utm_medium=nasional&utm_campaign=antaranews
Memanen Kembali Kejayaan Rojolele Klaten
https://kompas.id/baca/utama/2019/09/23/membangkitkan-lagi-kejayaan-rojolele-klaten/
Liputan Video
Festival Budaya Tani – Jogja TV

Semarang Hari ini: Berlimpah Hasil Panen Beras, Warga Delanggu Klaten Gelar Festival Budaya Tani

Untuk itu mohon berkenan kami di fasilitasi pertemuan dengan Ibu Bupati Klaten untuk berdialog menyampaikan keinginan sanggar Rojolele Delanggu agar Fasilitasi Pemberdayaan Festival Mbok Sri Mulih Delanggu tahun 2020 dapat dipihaki Pemkab Klaten dan menjadikannya Kalender Event Pemkab Klaten tahun 2020.
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya.

Salam Budaya,

Eksan Hartanto
Sanggar Rojolele / Pendiri Festival Mbok Sri Mulih
No. Hp : 087782276373
Email : eksan.century90@gmail.com
Website : http://www.mboksrimulih.id/

Permohonan Dialog dengan Bupati Klaten
admin Staff replied 2 weeks ago

Terimakasih atas partisipasi saudara, usulan akan kami teruskan ke Dinas terkait

1 Answers
admin Staff answered 1 week ago

Untuk dapat bedialog dengan Bupati, dapat mengajukan permohonan tertulis yang ditujukan kepada Bappeda tembusan ke Dinas Pariwisata atau dapat mengajukan surat permohonan dialog yang ditujukan kepada Bupati Klaten (Surat dapat di tujukan ke Bagian Umum Setda Klaten)
(Dinas Pariwisata)

Answer for Permohonan Dialog dengan Bupati Klaten